#5, Aku Pulanggggggggg


Yeeeeee...gue seneng banget soalnya tahun ini gue bisa pulang kampung ke Sungai Penuh setelah hampir 3 tahun gue nga mudik hingga gue hampir di cap sebagai bang toyib ( 3x puasa 3x lebaran tak pulang – pulang ) dan tanggal 15 juli 2012 akhirnya gue mudik juga.

Sudah terbayang di otak gue apa yang akan gue lakukan di kampung, yang jelas gue bisa kumpul sama bokap nyokap terus main sama temen – temen gue expecially Rian Angga Vernandes, Yuni Wartisia dan Dilla Stevani. Dan tentunya udara serta pemandangannya berbeda banget sama Jakarta ( you know lah ).

15 Juli akhirnya datang. Gue berangkat menggunakan bus bersama Tifa keponakan gue karena dia habis liburan di Jakarta 2 mingu yang lalu. Seperti biasa endonesah oh endonesah selalu ngak pernah terlepas dari kebiasaan ngaretnya. Gue yang seharusnya berangkat pukul 12.00 di delay jadi pukul 13.00 meskipun delay hanya 1 jam yang katanya itu wajar, tapi gue tetap aja ngak suka karena semakin lama juga gue sampai di Sungai Penuhnya ( soalnya udah ngak tahan coihh...kaya ABG gitu, ngak tahan terus udah dehhh #ehhhh )

Bepergian dengan membawa serta anak kecil agak ribet katanya, untungnya Tifa ngak ngerepotin gue. Dia juga ngak muntah di perjalanan soalnya sepanjang perjalanan dia tidur tapi kalau ada tukang dagangan di bus (biasanya dagang kacang, tahu sama telor puyuh bukan cangcimen ya itu busnya beda :D ) pasti ini anak bangun terus mupeng (muka pengen) yasudah akhirnya setiap ada yang dagang begitu gue selalu beli karena sebenarnya gue juga mau.

Didalam bus ketenangan gue terganggu oleh dua makhluk kembar yang duduk di belakang bangku gue. Dua bocah ini kerjaannya foto – foto, nyanyi – nyanyi ngak jelas serta bunyi pang ping pang ping dari handphonenya yang cukup memekak kan telinga gue. Rasanya saat itu gue pengen lemparin handphone sama tas gue kemuka dua bocah itu, namun sebelum gue melakukan hal itu gue sadar kalo handphone sama tas itu hasil jerih payah gue sendiri dan cukup lama gue nabung buat bisa beli handphoe itu #pamerrr

Lain pula sama ibu – ibu di samping gue yang berantem gara – gara tempat duduk. Asli ini bener – bener bikin gue ketawa sendiri. Mereka cekcok mulut cukup lama, mulai dari A sampai Z, 1 sampai 10 semuanya di sebutin lalu setelah saling tau kampung mereka masing – masing dan ternyata mereka satu kampung and than reaksi mereka langsung berubah dari yang saling ngomel – ngomel jadi saling cerita tentang bla bla bla pokoknya jadi berubah 180 derajat.

Oya, waktu dikapal gue di takut – takutin ( bukan gue sendiri sih tapi semua penumpang kapal ) sama petuga kapalnya. Asli ini orang penipu ulung yang bang**t banget karena bikin gue jadi parno naik kapal terutama saat itu. Saat asik melihat pemandangan laut dengan tak lupa mengabadikan moment – moment di atas kapal serta menyaksikan bocah2 yang melompat dari atas kapal ke lautan dengan imbalan seribu duaribu tiba – tiba petugas kapal memberikan pengumuman untuk berkumpul di tempat yang sudah di sediakan untuk mendengarkan sedikit informasi seperti cuaca hari ini, lama di atas lautan, fasilitas di kapal serta cara menggunakan pelampung jika  nanti ada hal yang tidak diinginkan ( amit – amit yaaaa )
Setelah semua informasi – informasi penting di sampaikan ternyata petugas ini juga menceritakan cerita yang gue rasa ngak perlu dia ceritakan karena bisa buat parno semua orang. Cerita nya tentang temannya sesama petugas kapal yang tiba – tiba meninggal saat membaca koran di atas kapal saat kapal berada di tengah lautan, itu penyebabnya “angin pusing” dan dia meninggal pada saat cuaca seperti sekarang ini. cerita ini benar – benar bikin  gue shock dan parno. Petugas kapal ini memperlihatkan sebuah botol yang berisi minyak angin, lalu mengatakan khasiat dari minyak angin tersebut. Katanya supaya kita semua ngak pusing dan ngak senasib dengan temennya tersebut kita di sarankan untuk menggunakan minyak angin yang dia berikan secara gratis tapi hanya beberapa tetes pada tiap penumpang.
Karena tingkat keparnoan gue saat itu tinggi di tambah cuaca hari itu juga sedikit menyeramkan akhirnya gue juga ikutan minta beberapa tetes minyak angin yang baunya ampun deh tapi karena sebuah ketakutan gue ikhlasin minyak angin yang menurut gue 11 : 12 aromanya sama minyak sinyongnyong itu menempel di perut gue.
Setelah satu botol yang diberikan secara cuma – cuma itu habis petugas tersebut mengeluarkan cukup banyak botol minyak angin lain yang ternyata untuk di jual, tau kah kalian dalam waktu singkat minyak angin tersebut habis. Gue yakin para penumpang di kapal pasti sudah terhipnotis oleh cerita petugas tersebut termasuk gue sehingga merasa perlu membeli minyak angin itu tapi gue ngak beli loh karena gue mulai sadar kalau gue di kibulin sama petugas tersebut. Asli taktiknya berjualan hebat sekali dan itu bikin gue kesal karena gue sadar setelah minyak kepa**t ini menempel di perut gue dan sudah menyebarkan aroma yang malah bikin gue pengen muntah.
Terlepas dari kebohongan yang di ciptakan petugas kapal tersebut saat itu gue masih tetap parno sehingga gue hanya bisa tidur selama perjalanan dari merak dan baru terbangun setelah sampai di pelabuhan Bakahuni. Padahal sebelumnya gue berencana untuk menikmati alam saat di kapal, namun rencana gue gagal dan itu karena cerita konyol dari seorang petugas kapal. Satu kata buat petugas kapal tersebut F**K.
Di bus gue juga berkenalan sama ibu dan bapak pasangan suami istri yang sudah cukup berumur. Setelah sdikit banyak berbincang ternyata mereka baru pulang dari umroh. Gue speechless saat mereka mengatakan itu, gue merasa mereka beruntung sekali bisa melihat tanah suci, bisa melihat ka’bah dan gue juga yakin sebelumnya mereka juga pasti sudah pernah berangkat haji. Kesimpulan Itu gue ambil setelah melihat penampilan mereka. Gue pengen banget bisa berangkatin orang tua naik haji. Semoga saja keinginan gue ini bisa di dengar dan di ijabah sama Allah SWT.
Setelah cukup banyak peristiwa yang gue alami selama perjalanan dari Jakarta – Sungai Penuh akhirnya pada hari Sabtu, 17 Juli 2012 Pukul 02.30 pagi bus yang gue tumpangi sampai. Di loket telah ada bokap gue yang ternyata sudah menunggu gue sejak pukul 23.00  wib. Terharu gue karena bokap rela nungguin gue berjam – jam dengan cuaca yang amat sangat dingin dan di rumah pun nyokap sudah menunggu gue sambil nonton tv. Ayah Ibu You’re My Everything ({}) .
Mulai hari ini, gue merasa amat sangat senang karena akhirnya gue bisa liburan di kampung halaman. Alhamdulillah liburan gue panjang yaitu ± 2 bulan dan 2 bulan ini akan gue habisnya bersama orangtua, kelurga serta teman – teman gue. Yang pasti akan amat sangat seru. Tunggu cerita seru saat gue di Sungai Penuh ya.... :D

ini beberapa toto - foto gue saat di kapal sebelum cerita konyol petugas kapal itu gue denger dan sebelum rasa parno gue muncul.

Indah banget bukan ??


Tifa lagi ngeliat sunset


Sebelum Parno senyum gue masih sumringah


masih sumringah


Anak - anak pelabuhan yang menanti seribu duaribu di lempar kelaut



Menikmati Sunset


Pose terakhir sebelum gue parno


????


Comments