Wanita Hebat



Sebernarnya saya sudah amat sangat terlambat untuk menceritakan ini. Seharuskan kisah ini saya tulis 5 bulan yang lalu, namun saya hanya ngetwit di timelines twitter saya dan itupun hanya dalam beberapa penggalan kata. Sekarang saya akan berbagi.

Kamis, 14 Juni 2012
Hari ini saya bersama sahabat saya Fauji berniat mencetak tugas kelompok Penulisan Naskah Kehumasan 1 yaitu Brosur dan Map yang akan di kumpulkan pada hari selasa depan untuk di presentasikan. Selesai matakuliah Komunikasi Organisasi pukul 10.00 dan baru akan di lanjutkan pada pukul 12.15 untuk matakuliah Komunikasi Antar Pribadi. saat jeda inilah Saya dan Fauji memutuskan untuk mencetak tugas kelompok di daerah Ciledug. Sesampai di sana ternyata penuh dan ramai sehingga kita memutuskan untuk datang kembali di sore hari selesai pulang kuliah. 

Namanya juga mahasiswa (alhamdulillah belum tergolong mahasisa) rasa malas tidak pernah lepas dari empunya dan begitulah yang saya rasakan. karena saya dan fauji malas untuk kembali ke kampus akhirnya saya  di ajak oleh fauji kerumahnya di daerah Cipondoh. benar - benar sebuah tawaran menarik, selain karena memang matahari yang terik dan rasa malas yang melanda saya juga belum pernah mengunjungi rumah sahabat saya ini. karena sudah fix untuk bolos kuliah KAP maka meluncurlah kita.

Sesampai di rumah sahabat saya itu, saya seperti melihat masa kecil saya. Hampir di setiap rumah memiliki halaman kosong yang bisa di pakai bermain oleh anak - anak kecil. bahkan masih ada halaman dengan tanah kuning yang di pakai oleh anak - anak untuk bermain kelereng. benar - benar mengingatkan saya akan masa kecil saya.

Di rumah yang sederhana ini entah mengapa saya merasa nyaman dan sangat tenang. di kamarnya yang luas namun tampak tak terawat itu saya berbincang - bincang dengan fauji sambil mendengarkan lagu. waktu terasa begitu cepat hingga akhirnya kami harus kembali ke Ciledug untuk menyelesaikan tugas kelompok PNK1. saat itu saya benar - benar malas, saya seperti di hipnotis untuk tetap berada di tempat itu. Namun akhirnya saya membuang jauh - jauh rasa malas itu.

Seperti biasa, ketika pulang sudah menjadi tradisi untuk pamit dan salim dengan empunya rumah. Karena saya sudah menggunakan sepatu sehingga saya berdiri di depan pintu untuk berpamitan. saya pikir ibu fauji akan menghampiri saya ternyata saya salah. ibunya hanya diam, ya DIAM sehingga saya jadi bingung sendiri saat itu. Fauji menyuruh saya untuk masuk. Dengan sedikit canggung karena menggunakan sepatu, saya masuk untuk salam dengan ibu fauji. Saat itu saya benar - benar merasa terenyuh. di matanya saya melihat sebuah kesepian, saya juga melihat sebuah ketegaran di sana. Ketegaran seorang ibu merangkap sebagai ayah bagi 4  anaknya. Melihatnya membuat saya merindukan ibu saya yang jauh di pulau sumatra sana.
Saya benar - benar tidak tau tentang kondisi beliau. belakangan saya tau bahwa ibu fauji ternyata menderita komplikasi, selentingan saya juga mendengar ternyata ibu fauji sholat dengan bersandar di tembok. SUBHANALLAH dia benar - benar wanita luar biasa, bahkan ketika dia tidak sanggup berbuat apapun dia masih tidak melupakan ALLAH. Jika disuruh mengungkapkan beliau dalam satu kata saya akan menjawab "HEBAT"

Harapan saya ketika pulang dari rumah fauji saya ingin bisa terus kesana bahkan bisa akrab dengan ibunya, namun takdir berkata lain, pertengah Juli beliau masuk rumah sakit dan tidak berapa lama kemudian beliau di panggil Yang Maha Kuasa. yang amat sangat menyedihkan bagi saya, pertemuan pertama itu sekaligus menjadi pertemuan terakhir saya. Saat beliau masuk rumah sakit saya tidak bisa menjengguk (lebih tepatnya saya tidak tau tempatnya, tidak tau mau mengajak siapa untuk menemani saya), Saat beliau di panggil Sang Khalik, saya sedang di kampung halaman saya.

Harapan saya untuk akrab hanya tinggal harapan tanpa bisa diwujudkan. Sekarang saya hanya bisa mendo'akan beliau supaya bisa di terima di sisi-Nya, diberikan tempat paling indah oleh Allah SWT. dan semoga beliau bisa bertemu dengan sang suami yang sudah lebih dahulu di panggil oleh -Nya sehingga kebahagian mereka yang dahulu sempat terputus bisa tersambung kembali. Allah Maha Baik, Allah Maha Kuasa, Allah Maha Hidup. Allah pasti tahu semua perjalanan mereka dan Allah pasti akan mengembalikan kebahagian itu. Semoga saya  bisa bertemu dengan wanita - wanita hebat lagi seperti beliau.

Buat Sahabat saya Fauji Meskipun Ayah dan Ibu lo sudah tiada, namun lo masih memiliki Kakak dan Adik yang tentunya sayang dan selalu akan peduli sama lo, keluarga yang pasti menyayangi lo serta sahabat dan teman - teman yang tentunya care sama lo. tetap jadi fauji yang selalu penuh semangat. Selalu do'akan  ayah dan ibu lo yang sudah bahagia di sana. banggakan mereka. banggakan abang dan adik lo, keluarga lo dan banggakan kita sahabat sahabat lo. pasti bisa ji. PASTI BISA !!!!!

Comments