Road To Sungai Penuh (Again) \^_^/




Akhirnya semester 3 selesai. Gue bisa bernafas lega karena sudah terlepas dari tugas - tugas yang hampir setiap saat buat stress dan hampir setiap hari pula harus begadang dan tak lupa dana yang harus di keluarkan untuk segala macam tetek bengeknya. 


Ketika menelpon Bokap nyokap di kampung akhirnya gue diizinkan untuk mudik karena sepertinya lebaran tahun ini gue kembali harus merasakan berlebaran tanpa mereka karena harus magang untuk bikin KKP (sibnasibbbb).
Sebenarnya teman - teman di Jakarta ingin gue mudiknya setelah tanggal 5 Februari supaya bisa merayakan ulang tahun gue bersama sama, namun gue ingin segera sampai Sungai Penuh, ingin segera merasakan kembali sejuknya tanah kelahiran gue, ingin segera bertemu orang tua, sanak saudara dan sahabat - sahabat disana Akhirnya gue memutuskan untuk meninggalkan Jakarta tanggal 26 Januari. 

Sempat sedih sih ketika melihat Anyu, Hodob, Hastin, Princess, Soni n Mancung merayakan ultah Aan tgl 29 Januari (6 hari sebelum ulang tahun gue) namun kesedihan gue terbayar dengan udara yang gue hirup, suasana rumah, berkumpul bersama ayah dan ibu. Ahh semua tiada tandingannya. 

26 januari pukul 16.00 gue berangkat dari rumah dengan semangat 45. Naik motor bersama abang menuju Blok M untuk seterusnya dilanjutkan dengan Damri menuju Bandara Soeta. Namun apa yang terjadi di Blok M tak satupun gue melihat Bus Damri. Kata supir taksi yang menawarkan gue untuk di anter ke bandara dengan harga selangit. Bus Damri sudah pindah ke dalam terminal Blok M. 

Tanpa babibu gue langsung tancap gas menuju Gambir karena di Gambir juga ada Damri,,namun masalah kembali datang tak satupun bus Damri ada di Gambir di tempat biasa parkir. Ketika bertanya sama abang tukang bajaj beliau mengatakan Damri ada di dalam stasiun, akhirnya kita muterin monas lagi karena itu merupakan jalan satu arah. 

Masuk stasiun gambir, parkir motor dan akhirnya menemukan juga Bus Damri. Sempat bernafas lega namun ketika masuk bus penumpang di dalam Bus hanya 5 orang dan gue gak yakin bus akan jalan dengan hanya membawa 5 penumpang. Keringat dingin sudah mulai bercucuran. Takut ketinggalan pesawat. Saat itu jam menunjukkan pukul 16.35 dan paling telat gue sudah harus di bandara pukul 18.00. Stress,bingung dan saat itu rasanya benar - benar ingin ada doraemon yang bisa memecahkan masalah hanya dengan meminjamkan baling - baling bambu atau pintu kemana sajanya but its so impossible. di saat genting seperti ini gue memang suka sekali  berkhayal ada doraemon di samping gue yang dengan mudah menolong gue (akibat dicekokin doraemon setiap minggu pas waktu kecil #Generasi90an)
Gue akhirnya cuma bisa pasrah dan berdo'a semoga damri ini cepat berangkat sehingga gue tidak terlambat. Pukul 17.45 bus damri mulai jalan meninggalkan stasiun gambir walaupun penumpang bus tidak terlalu penuh. Saat itu gue amat bersyukur dan senang sekali bus cepat berangkatnya (rasanya pengen peluk sopirnya tapi takut  di anggap orang stress terus dilempar keluar jendela). Gue melihat ke jendela seraya mengucapkan selamat tinggal stasiun gambir tapi apa yang gue lihat? Sebuah plang cukup besar yang isinya adalah jadwal keberangkat bus Damri. Damn..andaikan gue melihat plang itu sejak awal mungkin gue ngak akan sepanik ini karena ternyata Bus Damri Berangkat setiap 15 menit sekali (tali mana taliiiiiiiiiiiiiii).

Perjalanan dari stasiun gambir menuju bandara bisa di bilang mulus meskipun ada beberapa tempat yang macet dan sempat membuat gue kembali berkeringat dingin namun alhamdulillah tidak terlambat sampai bandara malah lebih cepat yang gue perkirakan. Namun kalau boleh jujur di Damri mata gue hanya tertuju pada jam (mungkin kalau jam itu bisa bicara dia akan bilang " Apa lo liat - lia gue? NAKSIR?). Rasanya waktu begitu cepat berjalan sedangkan jalanannya terasa amat sangat jauh. 

Selesai Check- in bagasi karena untuk kursi nya gue sudah terlebih dahulu check in city di kantor pusat lion air. Menunggu sekitar 30 menit akhirnya masuk pesawat. Alhamdulillah tidak delay. I'm so happy this time (ngajak joget oppa gangnam style pramugarinya ) but engg ing engggggg ketika semua penumpang sudah masuk pesawat dan sudah duduk manis dengan sabuk pengaman terpakai rapi bahkan pramugari juga sudah menjelaskan ini itu sampai - sampai lampu nya pun sudah dimatikan, pokonya sudah siap tinggal landas tiba - tiba Pilotnya mengatakan bahwa kita akan tinggal landas dalam 20 menit lagi. Entah karena apa. Saat itu untuk pertama kalinya hari itu gue merasakan bahwa 20 menit itu rasanya lama sangat berbanding saat saya di dalam bus damri menuju bandara. Pantat rasanya sudah tak mau bersahabat dengan kursi apapun, rasanya ingin segera bisa merentangkan kaki di atas kasur. 

Menunggu dan menunggu (mungkin kalau bikin video harlem shake sudah bisa bikin 5 video kali ) akhirnya pesawat tinggal landas dan untuk pertama kalinya gue bisa melihat pemandangan kota jakarta dimalam hari dari ketinggian dan jakarta malam hari itu indah nggak seperti pagi dan sore hari yang carut marut. Tak ada satu sudut pun yang tak berkilau. Semua indah sangat indah sampai akhirnya keindahan lampu - lampu nya tak terlihat sama sekali. 
Pukul 21.00 Wib pesawat yang gue naiki landing di bandara Sultan Thaha Jambi. Alhamdulillah sudah sampai kota Jambi, eitt namun perjalanan ini belum berakhir, gue masih harus merelakan pantat gue 12 jam untuk di posisikan di bangku travel dengan jalanan yang aduhai. 
**
Gue nggak terlalu suka dengan Kota Jambi karena cuaca nya hampir sama dengan Jakarta. It's so hotttt...bedanya hanya di traffic Jam nya saja, Kota Jambi bebas dari yang namanya macet (itu cuma penglihatan sesaat gue aja sih). 

Sabtu malam tiba di Jambi lalu istirahat sehari. Senin pagi nya gue berangkat dari Jambi menuju tujuan Akhir yaitu Sungai Penuh. Perjalanan ke Sungai Penuh kali ini sungguh menegangkan bahkan lebih menegangkan dari sekedar naik tordano ataupun histeria di dufan. lebih menengangkan dari sekedar masuk rumah hantu yang hantunya suka dilempari pengunjungnya dan lebih menengangkan dari yang apapun bikin tegang (jangan berfikiran yang macam - macam).

Awal perjalanan semua baik - baik saja, Lancar tak ada halangan bahkan gue sudah membayangkan akan tiba secepatnya di rumah. Jambi - Bangko jalanan masih lancar dan mulus. Namun di hampir 3/4 jalan tingkat stress gue meningkat. Jalanan dari Bangko menuju Sungai Penuh sangat jelek, dan berlubang. Jalanan penuh lubang yang membuat  gue bak artis dangdut, geal geol geal geol, Namun ini bisa gue atasi, gue mulai menikmati irama geal geolnya (gue rasa setelah ini gue bisa mengalahkan si goyang itik dengan goyang geal geol gue).

Namun cuaca hari itu kurang kondusif, hujan dan kabut. Sumpah ini adalah perjalanan pertama gue duduk di CC (bangku samping supir) biasanya gue selalu di belakang supir agar bisa tidur nyenyak. Jalanan yang berlubang dilalui dengan situasi kabut yang cukup tebal. 

Gue melihat ekspresi pak supir mulai nggak enak, meskipun dia memperlihatkan ekspresi santai namun mata nya nggak bisa bohong bahwa dia juga sedikit gugup. Sumpah jalanan di depan benar - benar tidak kelihatan. Supir selalu memainkan lampu jauh dan dekat karena kalo salah - salah bisa nambrak mobil yang berlawanan arah karena jalan yang sedikit sempit di tambah lagi di samping kiri jalan adalah jurang. Damn!!! ini pemerintah nggak tau apa kalau di daerah mereka jalanan seperti ini??? terlalu sibuk membuncitkan perutnya masing - masing kali. 

Saat itu benar - benar gue takut, namun gue mencoba untuk rileks seraya berdo'a agar kami yang di dalam travel itu selamat sampai tujuan. Dan alhamdulillah allah masih sayang semua penumpang di travel itu. Tepat pukul 21.00 WIB Kami sampai di Sungai Penuh dengan selamat. Gue pun Akhirnya bisa bertemu dengan ibu, ayah dan saudara serta sahabat - sahabat yang sudah menunggu kehadiran gue. Terima kasih ya Allah.
Tiket dan Bukti City Check In
Sebelum Naik Pesawat
Moto dari atas Pesawat (HP nya Jelek )
Cuaca pas naik travel ke Sungai Penuh, Berkabut setelah hujan










Comments