PR Camp Days 2

Postingan ini sambungan dari PR Camp Hari Pertama, yang belum baca mending baca dulu deh DISINI

Prit..Prit..Prit..........

Pukul 06.30 bunyi peluit 3 kali dari panitia menandakan bahwa semua anak harus kumpul di Lapangan buat ngelakuin senam pagi. Hoam.... Mager banget parah... You know lah dari Jakarta yang super duper panas dan sumpek eh ketemu Puncak yang super duper dingin dan sejuk terus disuruh bangun pagi hari, itu jadi hal yang paling dibenci, terlebih lagi semalam habis begadang untuk hal – hal yang gak jelas. Untuk anak kampus lain sih jelas, soalnya mereka semua mempersiapkan bahan buat lomba esok hari yang emang full, tapi anak kampus gue? NOTHING!!!
Bukan kita yang sudah siap dengan lomba esok hari justru sangat engga siap, atau bukan kita yang pintar, tapi karena kita yang engga terlalu berambisi. Kita hanya ingin refreshing sebelum UAS ( Ujian Akhir Semester) yang akan dilaksanakan 5 hari setelah kita pulang ke Jakarta.  Selain itu teramat sangat jarang atau bahkan bisa dibilang gapernah anak kelasan gue bisa kumpul rame – rame sekelas 3 hari pula. Ini hanya terjadi di PR CreAction ini. Jadi kita memanfaatkan moment indah ini.

Sebenarnya gue ngantuk parah, pengen banget tidur dengan nyenyak karena besok masih ada kegiatan full day yang tentunya akan sangat melelahkan. Tapi kalian tentu tau lah yang namanya kumpul rame - rame itu pasti susah tidur, mungkin sudah seperti sebuah setingan disetiap otak kita  bahwasannya kalau kumpul rame – rame itu, yang tidur duluan pasti akan menjadi bahan buat dikerjain, dan mainset itu menyebabkan tiap anak engga ingin tidur (duluan).

Sepertinya semua anak keasikan menikmati udara malamnya puncak sambil bercanda – canda, WOY gue gantuk WOY.. belom tidur dari semalam, etdah... lama – lama gue tembak – tembakin juga tu orang – orang yang pada berisik. Akhirnya setelah panitia yang mengusir menyuruh semua anak untuk masuk ke kamar masing – masing  baru semua pada tidur. Fiuhh... muucih eeaaa pak Restiawan, kau penyelamat mataku.

Bunyi peluit dari panitia gak ada yang mengindahkan, sumffehhh males banget. Terlebih kasur kayanya nahan banget, minta ditidurin lama – lama. Namun mengingat, menimbang dan semua memutuskan untuk bangun  sebelum akhirnya itu kamar di bom atom oleh panitia. Semua parno akan terjadi kaya di pelem warkop DKI, dalam hitungan kesepuluh ruangan ini akan meledak. Saking parnonya, ada yang lari – larian ke lapangan sambil gosok gigi, sambil cuci muka, sambil melambaikan tangan ke kamera juga banyak. *okelupakan*

Senam pagi kali ini merupakan senam pagi paling Freak selama gue melakukan senam pagi. Gerakannya juga semaunya panitia banget. Beruntung semua anak Cuma diam, ngikutin dan gak protes. Dan yang lebih beruntungnya senam itu gak lama.

Kelar senam semua di suruh mandi dan langsung keruang makan buat sarapan, abis itu ke Aula buat lomba berikutnya (Lomba Media Kit). Saat semua sibuk ngantri mandi, gue dan beberapa teman sibuk bikin bahan presentasi buat lomba media kit. Parah memang, nyiapin bahan presentasi satu jam sebelum lomba, tapi ya beginilah, kalau gak mepet – mepet waktu gak asik, gak ada tantangannya. mueheheh

09.00 WIB

Lomba Media Kit dimulai, dan yang tampil pertama adalah kampus gue, haduhhhhh.... tapi woles bray... siap gak siap kita siappppppppp... Gue, Desi dan Alfian siap bertempur sampai darah penghabisan untuk lomba ini, Hidup PR Ciledug, Asik... Asik... HOY!!!!

Dalam Lomba Media Kit ini kita disuruh mengadakan sebuah Konferensi Pers terkait Insiden jatuhnya pesawat lion air di Bandar Udara Ngurah Rai Bali, selain itu kita juga disuruh membuat Press Release, Backgrounders, Advertorial serta Brosur dan Map. Untuk semua hal itu kita sudah siap sehingga penampilan kita bagi gue sangat memuaskan.

Kenapa gue bisa bilang memuaskan karena juri tidak terlalu banyak berkomentar jelek tentang bahan – bahan kita, selain itu hampir semua kampus meniru konsep penampilan kita, maka dari itu gue bilang penampilan gue, desi dan alfian sukses. Tapi sayang kampus lain banyak yang gak sukses, i don’t know why.

Selain itu sebagian kampus ada yang terkesan sangat siap tampil tapi bahannya sangat tidak siap, kurang refensi dan kurang membaca sepertinya. Bagaimanapun juga untuk lomba ini harus memiliki dan membaca banyak referensi agar tidak salah bicara, kan tengsin kalau udah gaya, tampil kece tapi malah asal ngomong atau ngomongnya antara yakin dan engga sama apa yang diomongin.

Sekitar jam 12-an lomba Media Kit kelar, saatnya ISOMA dan dilanjutkan Presentasi Lomba Proposal Event.

13.30 Waktu Indonesia Bagian Puncak Bogor

Presentasi Lomba Proposal Event dimulai, perwakilan dari kampus gue Eka, Budi dan Sony. Di lomba sebelumnya kampus gue tampil perdana, di lomba ini kelasan gue tampil terakhir. Gue siih ngeliat budi udah uring – uringan. Menclak sana menclak sini, guling – gulingan di lantai, bagi – bagiin orang lain upil. Keliatan banget kalau dia grogi. Grogi itu yang ada di mulut kita. ITU GIGIIIIIII (oke lupakan engga lucu).

Saat mereka tampil, anak kelasan gue greget sama budi soalnya budi kalau udah ngomong sesuatu lupa waktu, padahal kita cuma dikasih waktu 15 menit buat presentasi. Saat budi tampil smua sibuk manggil – manggil budi buat ingetin waktu, gue aja udah kaya orang gila manggil  - manggil budi sambil tangan gue gerak – gerak, hampir mirip nonton konser dan gue penonton alay-nya. cuci – cuci, kucek – kucek, jemur-jemur (praktekin deh) rekam, trus kirim video anda ke acara musik pagi, dijamin keterima jadi penonton tetap.

Setelah cukup lama manggil – manggil, akhirnya budi sadar, ya dia sadar kalau gue ganteng  udah cukup banyak waktu yang dihabiskan di slide pertama masih banyak slide yang harus di jelaskan. Oh ya dalam lomba ini kelasan gue presentasi tentang perencanaan untuk bikin event seni wayang kulit soalnya wayang kulit udah mulai mati suri dan dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Judul eventnya “ Wayang Kulit, Riwayatmu Kini” keren kan?? Yoi... kita sebagai anak muda harus cinta budaya kita, karena kalau bukan kita siapa lagi. emang mau budaya kita diakuin sama negara tetangga lagi. So ayo kita gerak buat jaga budaya kita.

Lomba ini kelar pukul 17.30 kita disuruh mandi dan makan malam karena pukul 19.00 lomba berikutnya akan dimulai. Fiuh... hari ini fulllllllllllllllllllllllllllllllll.....

19.00 WIB

Semua kumpul (lagi di aula) sebelum lomba dimulai ada sedikit sambutan dari tamu kita yang nantinya akan menjadi juri lomba yaitu pak Silih Agung Wasesa (Penulis buku Stategi Public relations) dan Pak Ahmed salah satu pengusaha sekaligus cyber apa deh lupa (maaf ya pak, pokoknya begitulahhh).

Lomba malam hari ini ada 2 yaitu Manajemen Krisis dan Blog Corporate. Sesuai yang sudah dijadwalkan bahwasannya lomba ini diadakan berbarengan dengan tempat yang berbeda. Manajemen Krisis di Aula sedangkan Blog Corporate di Meeting Room. Karena Meeting Room itu ruangannya kecil jadi tiap kampus hanya boleh membawa 4 orang perwakilan dan selebihnya duduk manis di Aula jadi suporter lomba Manajemen krisis.

Lomba manajemen kriris perwakilan kampus gue Desi dan Alfian, sebenarnya gue pengen ikutan tetapi berhubung gue mentor dari lomba Blog Corporate dan lombanya berbarengan sehingga gue gajadi ikutan. Sedangkan Lomba Blog Corporate perwakilan kampus gue Of Course Gue, Ria dan Ayu serta membawa 1 suporter Hastin. Behhh... suara hastin mah = 10 suara orang - orang, jadi meskipun suporter hanya satu tapi tetep kaya punya suporter 10.

Entah bagaimana lomba manajemen krisis, gue ga tau karena gue ga ada di tempat, tapi dari hasil pantauan hastin melalui BBM ke Eka sih katanya Desi dan Alfian sukses menggemparkan Aula. Alhamdulillah.....

Di Lomba Blog Corporate kampus gue berkesempatan tampil kedua. Gue presentasi blog corporate tentang Butterfly Air. Nih hasil keringat dan upil gue KLIK DISINI. Dari keseluruhannya sih semua peserta lomba Blog Corporate sama – sama dapet komentar positif dan negatif dari pak Ahmed, jadi gue hanya bisa pasrah akan hasil yang akan gue terima. Setidaknya gue dan teman – teman gue udah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik buat semuanya dan buat PR Ciledug kelas pagi yang emang suka dipandang sebelah mata terutama sama beberapa dosen.

Selesai kedua lomba semua bisa bernafas lega, tinggal menunggu hasilnya besok pagi. Sekarang saatnya bersenang – senang di acara api unggun, lupakan perlombaan, lupakan perbedaan, lupakan mantan #eh sekarang saatnya refresh otak setelah menguras otak untuk PR Camp ini. Happy Time.......

Tim Blog Corporate Ciledug - Cengkareng bersama buk ita dan Pak Ahmed
Desi dan Alfian Tim Manajemen Krisis

Perwakilan kampus buat bakar api unggun. ADA GUE!!!

Indah dan desi lagi perfomance saat api unggun


Entah ini Apa!!!
Selesai Api unggun semua disuruh istirahat karena besok pagi harus kembali bangun buat pengumuman lomba dan balik ke Jakarta. Karena gue sekamar 30 orang bergabung dengan anak – anak Jatiwaringin dan Cengkareng yang isinya orang – orang kacau semua jadinya Ciledug – Cengkareng – Jatiwaringin bersatu membuat sebuah atraksi konyol yang engga akan dilupakan dan menjadi bukti bahwa kita “KAMAR TALAS” adalah kamar terkompak, terkonyol dan tentunya terganteng sudah pernah menyetubuhi tempat ini serta menjadi awal mula kekompakan kita. HIDUPPPPP TALASSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS..........

Inilah Kegilaan Anak Kamar TALAS
Ciledug - Jatiwaringin - Cengkareng

Gilanya udah Akut...

Check The Video...

Comments