SAYANGI KELUARGA DENGAN #TIDAKMUDIK #TIDAKPIKNIK #DIRUMAHAJA

Sumber : doc pribadi

Hollaaa manteman...
Apakabar semua? Semoga selalu sehat, ya.

Sebagai mana kita ketahui saat sekarang ini Dunia sedang diserang oleh wabah covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 atau lebih sering disebut virus corona. Semua orang dihampir seluruh negara sedang khawatir akan wabah ini karena meskipun kecil namun penyebarannya sangat cepat sehingga  semakin banyak yang terjangkit virus ini.

Corona sendiri merupakan virus yang berasal dari Wuhan-China dimana penyebarannya melalui droplets yaitu tetesan air liur atau lendir saat batuk dan bersin dan kontak fisik.
Corona saat ini tidak bisa dianggap enteng, harus serius dalam penanganannya karena virus ini sudah cukup banyak merenggut nyawa. Untuk di Indonesia sendiri per hari ini sabtu 4 April 2020 total orang yang positif corona 2,092 dimana setengahnya yaitu 1071 ada di wilayah Jakarta dan saat ini Jakarta sudah masuk kategori red zone untuk kasus covid-19 ini. Dan domisili gue adalah Jakarta. Takut oh tentu. Tapi kita gaboleh panik ya manteman.

Lalu apa yang bisa kita lakukan, cup?

Sebagai warga negara yang baik yang peduli akan nasib Indonesia, kita hanya perlu bersama-sama melakukan langkah kecil untuk bisa membuat Indonesia bisa segera terlepas dari virus ini. Yaitu rajin cuci tangan pakai sabun, pakai masker jika sakit, physical distancing dan kalau ga perlu-perlu amat mah #dirumahaja gampang kan?
 Kira-kira udah pada ngelakuin belom, ya? Semoga sudah pada ikutin anjuran pemerintah dan tenaga medis ini ya. Demi keselamatan kita semua.

Namun, hal diatas ternyata belum cukup untuk memutus rantai covid-19 karena diperkirakan wabah ini berlanjut sampai mei 2020.  Sedangkan saat ini kita sudah mendekati bulan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Yaitu bulan Ramadhan, bukan hanya umat muslim aja yang menantikan bulan ramadhan tapi yang non muslim pun juga. Karena pada saat lebaran, libur cuti bersamanya panjang sehingga bisa mudik bagi umat muslim sedangkan non muslim bisa memanfaatkan dengan piknik ataupun travelling. Nambah lagi satu PR kita untuk bisa memutus rantai covid-19.
Sumber : disini

Sebagai anak rantau dimana salah satunya adalah gue. Mudik lebaran sudah jadi tradisi yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya. Karena pada mudik lebaran lah para perantau di seluruh negeri akan pulang ke kampung halaman masing-masing. Jadi, pada saat pulang kampung kita bisa bertemu selain dengan keluarga besar dikampung halaman, juga bisa bertemu dengan teman, sahabat dan kerabat yang juga merantau dari kota-kota lain. Kampung halaman pun ramai akan anak-anak rantau dan momen bahagia inilah yang ditunggu oleh anak rantau yang cuma bisa didapatkan saat mudik lebaran. 

Sayangnya tahun ini dengan kita mudik justru bukan momen membahagiakan tapi akan membahayakan buat orang-orang tersayang di kampung halaman. Kenapa begitu?
Saat ini pandemi covid-19 masih terus meningkat kasusnya terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain karena penyebarannya mudah yaitu droplets dan juga kontak fisik.

Dengan kita mudik justru malah membuat penyebaran virus ini semakin cepat dan bisa jadi oleh-oleh untuk kampung halaman kita. Bawa oleh-oleh juga sudah jadi tradisi saat mudik tapi masa tahun ini kalau mudik oleh-olehnya nambah Virus Corona ? Kan kasian orang-orang dikampung halaman kita.

Tapi kan gue sehat-sehat aja kok, cup.

Yakin? Seberapa yakinnya nih?? FYI,  menurut WHO 8 dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19  tidak merasakan gejala awal. Jadi mungkin kita merasa sehat-sehat aja tapi belum tentu kita tidak terinfeksi virus ini atau bisa juga kita jadi carrier buat orang-orang dikampung halaman kita nanti. Bahaya banget kan? Merasa sehat-sehat aja ternyata kita adalah carrier dan bawa oleh-oleh virus corona ke kampung halaman.

Sumber : Kamadig Nusantara

Udah test dan hasilnya negatif kok, Cup.

Alhamdulillah kalau udah test dan hasilnya negatif. Jaga diriki baik-baik ya biar ga terinfeksi cornoa. Oleh karena itu #dirumahaja biar aman. Gausah mudik, gak usah pula pergi piknik. Kita kan gatau pas diperjalanan gimana? Bisa aja kita pas diperjalanan mau mudik malah kita tertularnya. Entah itu di Bandara,  Stasiun, Terminal bus, pelabuhan ataupun di pom bensin.

Misalnya gue mudik ke Kerinci salah satu kabupaten di Provinsi Jambi dimana gue punya beberapa alternatif buat mudik. Naik pesawat langsung ke Kerinci dimana gue harus ambil penerbangan paling pagi terus musti transit 2 kali. Jadi Jakarta - Jambi. Lalu ganti pesawat Jambi - Muaro Bungo dan transit 45 menit setelah itu baru lanjut lagi  Muaro Bungo - Kerinci. 
Atau kalau tiket ke Kerinci langsung abis atau mahal gue cuma bisa ke Jambi lalu naik bus dari Jambi ke Kerinci 10 Jam. Kalau naik Bus atau mobil pribadi dari Jakarta itu bisa hampir 48 jam alis 2 hari. Dalam perjalanan mudik gue, bisa aja gue terinfeksi virus corona padahal dari Jakarta gue udah test dan hasilnya negatif.

Bagi gue mudik lebaran adalah momen sakral karena cuma pas lebaran gue bisa dapat libur lama jadi gue bisa berlama-lama di kampung halaman. Karena kali libur 3-4 hari atau seminggu benar-benar habisin duit karena tiket gue mudik lebih mahal daripada tiket gue keluar negeri dan cuma dapet cape diperjalanan aja. 

Tapi tahun ini gue rela ga mudik karena gue lebih sayang sama kelurga dan kampung halaman gue. Takut gue adalah carrier, berdasarkan data carrier dapat menyebarkan virus kepada 2-3 orang bahkan beberapa kasus carrier bisa menyebarkan virus ke 11 hingga 37 orang. Yang ada itu semua keluarga dan tetangga gue yang kena. Selain itu dikampung halaman pun ada keluarga dan tetangga yang usianya sudah lanjut dimana angka kematian untuk penderita covid-19 yang berusia lanjut mencapai 22%. Makin yakin untuk #tidakmudik atau #tidakpiknik 



Salah satu wujud sayang dengan keluarga kita justru dengan #tidakmudik #tidakpiknik dan #dirumahaja karena dengan begitu kita sudah menyelamatkan keluarga dan orang tersayang kita dari terinfeksi virus covid-19 bahkan menyelamatkan kampung halaman kita juga. Pemerintah pun juga sudah menghimbau masyarakat untuk gak mudik tahun ini biar pandemi ini tidak semakin menyebar dan bisa segera berakhir. Bahkan informasi nya pemerintah saat ini sedang melakukan penyusunan ulang untuk cuti bersama untuk mengganti jadwal mudik. Wahh kabar baik sekali ini. Jadi setelah pandemi ini selesai kita bisa tetap mudik untuk ketemu orang-orang tersayang tanpa perlu takut resiko kalau kita mudik pas lebaran ini.

Sumber : Kamadig Nusantara

Saat ini kita sabar dulu dan #dirumahaja kalau gak perlu-perlu banget sesuai anjuran pemerintah. Rindunya saat ini diobati dengan telpon ataupun video call dengan keluarga dan orang-orang tersayang dulu ya. Biar wabah ini segera berakhir jadi kita bisa segera ketemu dan berpelukan dengan orang-orang tersayang. Mau kan???


Sumber : Kamadig Nusantara


Yuk bantu pemerintah kita untuk #tidakmudik #tidakpiknik dan #dirumahaja biar wabah ini juga lebih cepat berakhirnya. Biar para tenaga medis juga bisa ketemu dengan keluarga mereka. Ini bukan tugas pemerintah atau tenaga medis aja tapi ini adalah tugas kita semua. Dengan kita bersatu memerangi virus corona ini maka akan semakin cepat virus ini pergi dari Negara kita. Semangat Indonesiaku.


Sumber : Kamadig Nusantara

#TransmatePenghubungIndonesia

Comments

  1. di sini malah lebih banyak peraturannya, cup
    gue udah jarang banget keluar rumah. kayak seminggu sekali doang, itu pun paling beli telor doang
    maklum anak kost mampunya beli itu aja

    emang saat ini, butuh kerjasama semua orang-orangnya agar bisa cepet sembuh dengan cara social distancing

    semoga semuanya segera kembali ke semula lagi
    amin

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca. Silahkan memberikan komentar di Comment Box. Komentar kalian merupakan semangat bagi penulis :)